ABU AL-WAFA’
AL-BOUZAJANI
Mengembangkan
Trigonometri
Abu al-Wafa’ al-Bouzajani lahir pada tahun 940 di
Bouzajan. Albuzdschani adalah nama lain Abu al- Wafa’. Ia dikenal sebagai
seorang ahli matematika dan astronomi. Mula-mula, ia belajar matematika pada dua
pamannya, Abu Amr al-Mughazili dan Abu Abdullah Muhammad bin Anbasa. Setelah
masa pendidikannya selesai, Abu al-Wafa’ memutuskan pindah ke Baghdad untuk
meneliti gerak bintang.
Semasa hidupnya, Abu al-Wafa’ telah menulis berbagai
buku, risalah, dan tulisan ringan mengenai berbagai disiplin ilmu yang
dikuasainya. Ia mengomentari beberapa karya al-Khwarizmi dengan detail, lugas,
dan terbuka. Abu al-Wafa’ juga memberikan sejumlah sumbangan berharga bagi ilmu
aljabar. Ia bekerja keras menghubungkan ilmu aljabar dan ilmu teknik, misalnya
melalui analisis persamaan. Ia juga memberikan solusi bagi sejumlah maslah
teknik, seperti masalah persamaan pangkat empat. Tak bisa dipungkiri, karya
al-Wafa tersebut merupakan dasar penting bagi perkembangan ilmu teknik. Dalam
ilmu matematika, Abu al-Wafa’ memberikan sejumlah sumbangan penting berupa
sistem perhitungan diferensial (hiabul tafadhul) dan integral (hisabul
takamul).
Ilmu teknik analitis adalah ilmu teknik yang
mengurai persamaan aljabar dengan format arsitektur, khususnya persamaan
sejumlah bantuk sederhana, seperti lingkaran, elips, dan parabola. Sistem
perhitungan diferensial dan integral adalah sistem perhitungan yang paling
mudah dipelajari dan dimengerti. Dengan dua model perhitungan ini, seseorang
dapat melakukan berbagai pengkajian ilmiah, khususnya pembuatan persamaan gerak
dan kaidah-kaidah fisika, seperti dinamika dan suhu panas.
Para ilmuan barat mengakui bahwa Abu al-Wafa’ telah
melakukan penelitian terhadap rumus segitiga. Ia juga memasukkan rumus bayangan
dan rumus segitiga untuk meecahkan sejumlah masalah matematika. Tentu saja,
penemuan tersebut sangat penting dalam bidang matematika. Sejumlah perhitungan
yang dimasukkan Abu al-Wafa’ adalah perhitungan setengah lingkaran, lingkaran
sempurna, dan Tabel Logaritma, untuk mengukur nilai sinus-kosinus hingga angka 80.
Abu al-Wafa’ juga menemukan rumus untuk menghitung sudut segitiga dan segiempat
dengan memakai rumus segitiga bayangan. Di kemudian hari, rumus segitiga
terbukti sangat berperan dalam perkembangan ilmu astronomi modern.
Selain menciptakan rumus baru, Abu al-Wafa’ juga
menghasilkan karya, seperti Fil Hisab (Ilmu
Hitung). Buku ini berisi sejumlah bahasan yang mudah dimengerti oleh semua
kalangan, termasuk kalangan buruh. Selain itu, buku ini juga berisi beberapa
pasal tentang pengukuran, aktivitas pajak dan transaksi pedagang, Yahtaju ilaihil Shunna’ minal ‘Amalil
Handasiyah (Industri yng Memerlukan Aktivitas-aktivitas Teknis), dan Syuruh Muallafat Deopantes wal Khwarizmi
(Beberapa Komentar atas Karya Deopantes dan al-Khwarizmi). Buku ini sangat
membantu siapapun yang ingin memahami aljabar. Karya Abu al-Wafa’ yang juga
cukup tekenal adalah sebuah buku aritmatika berjudul fi Ma Yahtaj Ilayh al-Kuttab wa al-Ummal min Ilm al-Hisab, al-Handasah,
dan al-Kamil. Buku tersebut ditulis dalam bahasa Arab dam Persia. Adapun
al-Handasah adalah sejenis buku yang sama dengan Book of
the Geometrical Construction.
Abu al-Wafa’
adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam pengembangan ilmu
trigonometri. Ia berjasa memperkenalkan sejumlah unsur trigonometri, seperti tangen, kotangen, secan, dan cosecan.
Dalam sebuah buku geometrinya, Abu al-Wafa’ membahas beberapa konstruksi
geometris dalam terjemahan bahasa Persia, yang beberapa bagian didasarkannya
pada sejumlah model India. Di kemudian hari, buku ini sangat menarik perhatian
para ahli matematika dunia.
Abu al-Wafa’ meninggal dunia pada tahun 998 di
Baghdad.
Sumber :
Murtiningsih, Wahyu.
2017. Biografi Para Ilmuwan Muslim. Yogyakarta : Pustaka Insani Madani

